Persiapan mBangun Rumah
Aug 9th, 2007 by mBah_Soerip
Bagi orang jawa, merupakan kebahagian luar biasa bila punya rumah sendiri. Tapi kadang2 punya rumah itu sedemikian dipaksakan, padahal kebutuhan untuk itu sebetulnya nggak terlalu “urgent” alias tidak mendesak sekali.
Hal itu juga terjadi sama saya sendiri, sudah di Jakarta “mBuruh” lebih 6 tahun kok mangsih belon punya rumah, orang2 banyak menanyaken, terutama dari bopo-biyungnya simbah.. katanya :… Le.. nek wis duwe duwit, mangano sing akeh karo mbok ndang tukuo omah, manggon neng omahe dewe ki rak kepenak, ora saben tahun kok mbayar kos-kosan sing larange eram…. tinimbangane nggo mbayar kos mending nggo nyicil neng perumahan….
Lha maunya saya itu ya segera beli rumah, dikarenaken dana cupet ya kita nabung dulu dikit demi sedikit… tapi dasar keinginan saya itu, liat kamera pengin beli kamera, liat mobil pengen beli mobil, liat cewek cantik trus pengen yang aneh-aneh…. yang mengakibatkan proses penabungan yang sudah cukup lama makin bertambah lama, walaupun alhamdulilah akhirnya terkumpul juga…..
Dengan modal tabungan yang lumayan itu dan desakan kuat oleh berbagai pihak, akhirnya saya mulai menganggarkan untuk punya rumah, dimulai dengan membeli tanah di dekat kos simbah. Tanah yang saya cari adalah harus memenuhi syarat2 sbb :
- Harga tidak terlalu mahal,(*ya jelas wong budgetnya agak cupet).
- Tidak jauh dari lokasi tempat simbah “glidig”, sehingga tidak boros waktu maupun biaya transport
- Tempat cukup Aman, dan nyaman untuk dihuni bersama keluarga, baik orang tua maupun anak2.
- Lokasi cukup bagus untuk dibangun rumah
- Bebas banjir dan Mobil bisa masuk sampe ke tanah/rumah (sudah bercita-cita punya mobil, dan juga kalo ada teman/saudara bermobil berkunjung)
- Dekat akses ke transport, mudah untuk keluar ataupun masuk kota (idealnya)
Saya memang lebih memilih untuk membeli tanah di perkampungan daripada membeli di perumahan yang sudah jadi dengan pertimbangan sbb :
- Beli Tanah+bangun rumah, tidak semahal beli rumah di perumahan
- Model Rumah dibikin bisa didesain sendiri sejak awal.
- Lokasi tidak terlalu jauh dari kantor. Lokasi perumahan biasanya jauh dari tempat kerja, ditambah faktor kemacetan, maka biaya yg dikeluarkan untuk transport relatip lebih mahal, sekaligus tingkat kesetresan karena macet juga lebih tinggi.
Kelemahan beli di perkampungan :
- Lingkungan biasanya agak kurang bersih, Alhamdulilah.. untuk ini saya dapet yg lumayan bersih.
- Tidak ada fasilitas spt di perumahan, seperti lapangan golf, kolam renang, sekolah bagus dll
- Tetangga yang betul2 berbeda baik secara finansial dan sosial, tidak spt diperumahan yg biasanya secara finansial mirip2.. tapi menurut saya ini justru keuntungan, melatih berkolaborasi dengan lingkungan sekitar …hehehehe
Kebetulan, tetangga rumah kos menjual tanah.. harga lumayan agak mahal sih. Namun kok tempat/lokasinya udah merasa cukup cocok, baik secara jarak, keamanan, maupun lingkungan (sudah kos di daerah ini 3 tahun). Akhirnya ya sudah, dengan modal tabungan dan pinjem sana-sini akhirnya kebeli juga tuh tanah… tinggal gimana membangun itu rumah… mesti siapin budget lagi…. (gambar juga tersedia di : http://www.flickr.com/photos/59215715@N00/sets/72157601301636569/)
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.